Skip to main content

birthday

dear blog,
hari ini aku ulang tahun. tapi rasanya kayak... gila, capek banget. di kampus nungguin Dina dengan panik. Nunggu kostum yang dia jahit, terus ke 26 benerin skenario supaya ACC. Balik lagi ke kampus di-ACC. Sempet tasnya over heavy karena ketambahan kamera Gilang yang rencananya buat syuting siNYAMUK karena kamera bokapnya Cakti mau dipake (dan ternyata ga jadi, itupun ngabarinnya ke Dina doang ngga ke gue). Kostum datang dengan muka BT Dina. Kostum udah di tangan Sesha, udah deh. Tenang. Skenario juga ACC. Dan ternyata ga jadi syuting aja... dong... hari ini. Sesarina Puspitanya ngga dateng. Blog, to be honest, I feel like breaking down. I hate my partner Aku merasa Cakti sedikit banyak ngancurin hidupku dengan semua konflik dia sama Dina dan Irin, dulu. Dia suruh aku bikin ini itu. Aku begadang mendesain properti rumah Babi karena dia bilang "ini kosong banget deskripsi lo", rumah Paus yang aku udah bilang "Paus kan hidupnya di dalam air jadi memang ga bisa dikasih prop apa-apa" tapi dia bilang bisa. Aku susun a-i-u-e-o akhirnya apa? Ngga kepake kan? Proposal AyahBunda... semua tulisannya aku yang bikin. Sudah selesai dari 3 bulan lalu. Dia mau bikinin templatenya. Mana? Boong kan? Aku ngerasa banyak waktu dan tenaga kebuang PERCUMA yang aku kira itu penting dan berguna TAPI TERNYATA GA KEPAKE. He is a truly fucker, blog. I can't stand it anymore. Aku cuma pengen lulus semester ini. It is hurting my back like a knife, to know gue partneran sama fucker kayak dia.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku