hi blog
Aku nyampe rumah jam setengah 1 pagi dari basecamp. mereka masih lanjut shooting. Akhirnya si runner - yang notabene adik si animator - bekerja juga. Walau malas-malasan yang penting aku diantar pulang. Tadi jalan kaki lagi sama Dina ke sugih rasa night club dan cerita-cerita di jalan. Ikh gila, cerita tentang Cakti, versi dari Cakti sama versi dari Dina beda. Kalau dari cerita Dina, si Cakti walaupun mutusin - tapi akhirnya meminta agar mereka keep it like this alias TTM an (Teman Tapi Monyet) bukanlah.... tapi (Teman Tapi Mesra). Sementara versinya Cakti dia tidak menyangka Dina selama ini bantuin karena naksir dan berharap mulai sekarang hanya hubungan proffesional semata. Hahaha bukan urusan guuuee, tapi intinya: Cakti kebanyakan bikin cerita fiksi. Ada beberapa hal yang ngga jalan sesuai rencana alias kesepakatan pas technical meeting di rumah Jason seperti: shooting selesai jam 12 malam, akan mulai jam 5 sore. Terus aku tanya ke Dina gimana hasil diskusi dia dengan Cakti semalam pas semua udah pada balik. Dia bilang sama saja, ngga nemu sintesa yang signifikan. Intinya segala kelancaran dan perihal shooting bergantung pada MOOD DIA. Anjing enak banget. Trus Dina gunanya apa di shootingan ini? Produser atau cuma tukang jahit kostum? Ini ngga pake emosi nulisnya.. cuma wonderful aja itu orang. Dia selalu bilang, "tetep aja.. otaknya gue". Hey, ide itu ngga akan jadi apa-apa tanpa kemampuan mewujudkannya. Dan di sini Sesha,Bembi, Jason, Dina jadi lebih penting daripada kita berdua! (aku, cakti). Jadi tolong hargain Dina sebagai produser dong.. trus apa gunanya technical meeting waktu itu? hanya pesta pora. yes.
Besok aku kuliah jam 8 pagi jadi sebaiknya tidur. Btw hari ini ada kejadian golobok deh.. karena ke-jaran-an dalam diriku hahahaha
Jadi indomaret Surya Kencana Desa Suka Maju itu aneh banget. Masa dia pasang lagu punk rock gitu.. aku cuma angguk-angguk kecil saja mengikuti irama musik. Tapi karena aku suka overacting ngerjain teman-temanku (apalagi Dina, yang selalu pasrah saja atas setiap tingkah laku ik) akhirnya ik headbanging dong di depan kasir bwakakakak.. dan ujungnya aku bilang "Kalo ngga ada kamu, aku ngga gini kok Din"
Oke saatnya tidur. Daaaa. Salam jaran selalu.
Ping swidhak jaran!
Aku nyampe rumah jam setengah 1 pagi dari basecamp. mereka masih lanjut shooting. Akhirnya si runner - yang notabene adik si animator - bekerja juga. Walau malas-malasan yang penting aku diantar pulang. Tadi jalan kaki lagi sama Dina ke sugih rasa night club dan cerita-cerita di jalan. Ikh gila, cerita tentang Cakti, versi dari Cakti sama versi dari Dina beda. Kalau dari cerita Dina, si Cakti walaupun mutusin - tapi akhirnya meminta agar mereka keep it like this alias TTM an (Teman Tapi Monyet) bukanlah.... tapi (Teman Tapi Mesra). Sementara versinya Cakti dia tidak menyangka Dina selama ini bantuin karena naksir dan berharap mulai sekarang hanya hubungan proffesional semata. Hahaha bukan urusan guuuee, tapi intinya: Cakti kebanyakan bikin cerita fiksi. Ada beberapa hal yang ngga jalan sesuai rencana alias kesepakatan pas technical meeting di rumah Jason seperti: shooting selesai jam 12 malam, akan mulai jam 5 sore. Terus aku tanya ke Dina gimana hasil diskusi dia dengan Cakti semalam pas semua udah pada balik. Dia bilang sama saja, ngga nemu sintesa yang signifikan. Intinya segala kelancaran dan perihal shooting bergantung pada MOOD DIA. Anjing enak banget. Trus Dina gunanya apa di shootingan ini? Produser atau cuma tukang jahit kostum? Ini ngga pake emosi nulisnya.. cuma wonderful aja itu orang. Dia selalu bilang, "tetep aja.. otaknya gue". Hey, ide itu ngga akan jadi apa-apa tanpa kemampuan mewujudkannya. Dan di sini Sesha,Bembi, Jason, Dina jadi lebih penting daripada kita berdua! (aku, cakti). Jadi tolong hargain Dina sebagai produser dong.. trus apa gunanya technical meeting waktu itu? hanya pesta pora. yes.
Besok aku kuliah jam 8 pagi jadi sebaiknya tidur. Btw hari ini ada kejadian golobok deh.. karena ke-jaran-an dalam diriku hahahaha
Jadi indomaret Surya Kencana Desa Suka Maju itu aneh banget. Masa dia pasang lagu punk rock gitu.. aku cuma angguk-angguk kecil saja mengikuti irama musik. Tapi karena aku suka overacting ngerjain teman-temanku (apalagi Dina, yang selalu pasrah saja atas setiap tingkah laku ik) akhirnya ik headbanging dong di depan kasir bwakakakak.. dan ujungnya aku bilang "Kalo ngga ada kamu, aku ngga gini kok Din"
Oke saatnya tidur. Daaaa. Salam jaran selalu.
Ping swidhak jaran!

Comments