Setelah perjalanan panjang yang romantis melewati lapangan terbang (lapangan nya kagak terbang, itu lho.. tempat mendaratnya pesawat maksud ik) iihihihih dimana ik nyanyi-nyanyi dengan penuh ekspresi dan Jason memutar spionnya sehingga ik ke gap (sial -__-), akhirnya kami sampai juga di basecamp.. yang kemudian kami beri nama Desa Suka Maju. Ini sebutan untuk Reni Jaya dari Keisha dan Dina. Oke, waktu ik dan Jason datang, mereka sedang pesta duren. Badass..untung ik datang telat. Bisa naik 5 kilo itu kalo ikutan. Lagian mereka makan nya lebay bok.. banyak banget dan HABIS. Ik membagikan wafer jadul yg gambarnya superman tau ngga? Beli pas mampir ke pointsquare. Mulai nge set... sampe malam kira-kira jam 9. Windy weather.. anginnya sepoi sepoi.. dingin dingin asiiik banget buat makan duren yang hangat seperti alkohol. Dina minta temenin beli nutrisari satu sachet panjang. Oke, berangkat.. jalan kaki ke toko sebelah, ternyata mereka ga punya. Yess. Impianku jalan-jalan di malam gelap tercapai.. kita berjalan sedikit (baca: banyak) lebih jauh ke Indomaret. For Your Pengetahuan aja ya blog, Reni Jaya itu memiliki jalan yang kanan kirinya padang ilalang dan rumah kosong. Dan jalan itu tidak ber-penerangan. Dan jalannya nanjak.. kalo dari arah basecamp. Yuhuu..serasa di desa.. aciik. Pulang dari Indomarried, ya melewati jalan yang sama.. fiuiuiuh.. (suara angin). Sekali lagi. FIUIUIIIUUUH...kremesekmesekmesek (suara ilalang bergesekan). Aku mengajak dina mengkhayal.. ceritanya, kami ini mahasiswi-mahasiswi sastra inggris yang sedang PKL (Praktik Kerja Lapangan - bukan PRAKTIK KELILING LUBANG) di desa.
Keisha: "Gimana din muridmu yang di SD Delima? Muridku di SD Melati ada kemajuan bahasa inggrisnya"
Dina: ... (cuek)
Setelah itu... kritik...kritik......suiuiuiuiu.. gerimis disambut hujan angin. Aku dan Dina sok santai tapi akhirnya lari berteduh juga di bawah atap sebuah toko tutup, di seberang rumah kosong. Suiuiuiu...brrr... dingin. Suasana horror-horror garing.
Keisha: Ya begini kalau PKL di desa.. kita harus sabar ya
Dina: (aku lupa dia ngomong apa, yang jelas bahasa jawa logat pembokat)
Jadinya kita ganti cerita... bukan mahasiswi PKL lagi.. tapi pembokat komplek yang akhirnya hujan-hujanan. Jadiii blog... aku langsung srat srot srat srot ingusan. Tidur hanya 2 jam, kehujanan nya 2x. Demikianlah cerita From Pingu's to Ingu's.
Keisha: "Gimana din muridmu yang di SD Delima? Muridku di SD Melati ada kemajuan bahasa inggrisnya"
Dina: ... (cuek)
Setelah itu... kritik...kritik......suiuiuiuiu.. gerimis disambut hujan angin. Aku dan Dina sok santai tapi akhirnya lari berteduh juga di bawah atap sebuah toko tutup, di seberang rumah kosong. Suiuiuiu...brrr... dingin. Suasana horror-horror garing.
Keisha: Ya begini kalau PKL di desa.. kita harus sabar ya
Dina: (aku lupa dia ngomong apa, yang jelas bahasa jawa logat pembokat)
Jadinya kita ganti cerita... bukan mahasiswi PKL lagi.. tapi pembokat komplek yang akhirnya hujan-hujanan. Jadiii blog... aku langsung srat srot srat srot ingusan. Tidur hanya 2 jam, kehujanan nya 2x. Demikianlah cerita From Pingu's to Ingu's.
Comments