Skip to main content

adik bayi ditinggal kakakna

hai blog. ini jam 11 malam.
sekarang 23:21
Aku mau bikin kopi tapi abis makan apel. Kopi kan menghambat penyerapan vitamin.
Sekarang 0:15 bersama kopi hitam dan majalah yang ta'gunting-gunting
sekarang 0:26 kamu bete ya? Hahaha
Ik telah melewati hari yang sibuk. 04.00 ik terbangun, alhamdulillah dibangunin malaikat untuk sholat subuh (tp kok ngga sholat szuhur,ashar, maghrib, isya?) Ik chatting-chatting lucu dulu dengan Cossie, lalu sholat subuh, trus masak sarapan yaitu... mie instan KOREA!! Enak tenan... guilty pleasure. Lalu ngerjain treatment siNYAMUK... yoga-yoga lucu, berantem dengan ayah+mama (males cerita. ngga penting, bikin BT), diantar Ayah ke kampus (doi sukanya nganter-njemput walaupun ik mampu naik angkutan umum! Baik ya!) O iya, aku ngemil tempe gorengnya Ayah kira-kira 4 biji sebelum berangkat ke kampus. Di kampus pembimbingan sama Mas Armantono dan dia CERDAS. Sehingga ada revisi. Tapi suer dia cerdas sih... butuh waktu loading yang lebih lama kalau tidak menutrisi otak sebelumnya (untung ik selalu menutrisi otak!) Intinya dia memperhatikan bahwa film ini bicara dalam wilayah The Real sehingga transisi shot dari suami nguping perut istri ke siNYAMUK kurang pas - karena mendrive penonton untuk berpikir bahwa itu kejadian di dalam perut. Lah kalau di dalam perut berarti dunia fisik dong? udah bukan The Real. Anjong tuh orang cerdas ceria bermanfaat banget! Tinggal aku ngomongnya ke Cakti nih.. mau mengerti tidak dia soal itu. Otw pulang ke bintaro mampir tukang tambal ban dulu.. depan kos an Nindi yang lama. Ban motor kena paku.. kata Ayah sudah dari dua hari yang lalu. LHOH? Kok baru sekarang dibenerinnya? ah.. ada kejadian penting yang harus kubuka di postingan baru dengan judul sama walaupun kakakna bayi sikalang udah tidul di kamal

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku