Skip to main content

From Pingu's to Ingu's (part II)

Jadi aku itu begadang karena ngerjain revisian Matius Ali.. lalu pulang dari Pingu's aku masih sedikit berkutat dengan revisian dan akhirnya buru-buru berangkat ke kampus. Sampe kampus ngantri sama Cakti.. Mas Matiusnya sibuk ngobrol dengan cewe cantik sambil membahas e-book di laptop... mereka tampak mesra (apaan sih?!)
Dan ujung-ujungnya.. "Ini Keisha, bukunya yang jilid 3. Hari ini tidak usah pembimbingan dulu ya." OOoohh baiklah masss saya jauh jauh dari Bintaro ngge pe pe deh... dapet buku. Cakti manyun tapi. HAHAHA. Terus kami ke Payung, Cakti menceritakan bagaimana Irin tidak logis minta 2.000.000 lalu Dina datang menyusul memberi bon-bon yang dikasih Irin. Orang itu sakit jiwa, blog, bon untuk siNYAMUK disatukan dengan bon belanja keluarganya dan banyak makanan-makanan yang tertulis di bon itu KITA NGGAK MAKAN. Orang itu gila. Juga ada bon keripik yang belinya diii... Pacific Place ajjaa...  Aku langsung diem, blog. Bukan galau (Cakti mengira aku galau), aku cuma sepichles. Trus Sesha Bembi gabung...terus Bastian ikutan. Bastian di-ceng ini "Eh adiknya Irin.. adiknya Irin" Hahaha Bastian salting mampus. Bastian sedari tadi nge-jayuuus.. terus. Sukanya bicara yang ngga penting sambil nyubit-nyubitin pipinya Bembi. (Homo banget ga sih?!)

Trus kami berangkat ke pamulang.. sesha naik motor dengan bembi, dina dengan cakti.. gue naik angkooot aajjaaa.. ya tapi ngga pa-pa malah lebih aman dan ngga keujanan. Kemarin tu ceritanya hujan angin gitu, blog. Seru deh Jakarta jadi serasa Belgium (ngarep.. hahaha). Ya udah aku naik 20... pengamen naik. Kira-kira usianya 40 tahun. "Bapak Ibu Kakak penumpang pasti bosan lihat pengamen. Tapi bersyukurlah, karena banyak yang tidak ketemu pengamen. Contohnya orang-orang di benua lain. Belum tentu ada pengamen." Begitulah pidato pembuka nyanyiannya, blog. Lalu nyanyiannya begini "Isyu.. isyu.. semua itu hanya isyu.. Isyu.. isyu.. semua itu hanya isyu" Ta' kasih se-ceng, dia bilang "Makasih mpok!" Setelah menikmati perjalanan yang dingin dan nyanyian yang lumayan.. ehhh siapa itu di halte menteng kok ada empat ongol-ongol?! Oh ternyata itu cakti, dina, sesa, bembi sedang berteduh. Aku pun turun karena ingin makan ongol-ongol itu. Mereka heran kenapa aku pake turun dari bus. Ya karena aku ngga mau nyampe duluan dan sendirian kesepian
Begitu hujan reda aku kembali naik bus dan mereka kembali jadi ali topan. Dan pastinya ngga bakal ketemu lagi di jalan karena beda jalur (sedih.. lebay). Nyampe Point Square, ik makan soto mie bogor dulu sebelum minta jemput Econ. Iih.. enak.. dan melanggar diet plan.. waw. Di dalam GIANTnya itu. Tapi mahal bo.. 12.000 pake pajak jadi 13.500!
Terus naik motor sama Jason.. si Jason kalau terhambat jalannya suka teriak "Eh! Woi! Hoi! Minggir!" sambil nyelip-nyelip. hahaha..dasar Bart Simpson. Suatu saat, terhambat lagi, dia teriak begitu lagi, dan ternyata macet pet. 'pet' kayak mati lampu. bener-bener berhenti. Jadi semua orang di sekeliling menoleh pada kami. Hahaha salting, salting deh tuh! Sampe orang yang sedang membajak sawah juga bengong ngeliatin Jason. Hahahahahahaha. LOL. Selalu ketawa inget-inget ekspresi si orang sawah itu.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)