itu jam 11 malam aku berniat tidur-tiduran di kamar sementara laptop nyala lagi ngerjain analisa elemen ruang. Eh taunya aku ketiduran. Terbangun kira-kira jam 1 pagi dengan mimpi buruk Cakti ngomong "Lo bisa ngikutin semua yang gue lakuin" Dan pas aku buka mata, seisi kamar termasuk bantal guling kayak ngeliatin aku dan mau ngejar aku. Aku langsung bangkit dan lari dari kamar dong, blog. Ke teras ternyata laptop udah dimatiin ayah. Aku tanya apakah sudah di-save, sudah. Good, Dad. Alhamdulillah. Semur daging di dapur sangat menggoda maka aku makan satu kentang sepotong tahu dan sepotong daging pake kuah semur. Yumm. Enak. Merasa bersalah sedikit sih karena makan daging. Abis itu ngelanjutin analisa elemen ruang sampai selesai, langsung kirim ke email Cakti. Chatting sama Theresa Lynn dan blogging. Jam setengah 4 tidur lagi dan ini ngga enak banget. Tindihan kok bolak balik sampe menggigil juga. Duh. Apa perlu periksa ke dokter jantung kali ya?
Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...
Comments