Skip to main content

reportase kuliner

oke, ini adalah wajah-wajah kekenyangan tidak bermartabat.
Kali ini, VJ Keisha makan di Fish & Co di Cilandak TownSquare.
Kami berdua memesan New York Fish apaah...gituh.. (aduh, kurang profesional)
berikut gambarnya:
maaf tidak ada foto saya dengan makanan itu karena rekan kuliner kali ini
tidak memiliki sense of photography sehingga kalo dia motretin, welek jadinya dan 
saya males men-direct. Berikut reportase:
itu ikan... subhanallah, enak. Tapi sebaiknya pesan yang satunya lagi karena yang
New York ini di dalamnya dikasih keju. Cheese stuffing. Rekan kuliner saya suka,
saya enggak. Aneh makan ikan rasa keju. Yuck. Mayo di atas ikan goreng itu mantabs.
Dikasih perasan lime juga mantap. French Fries nya juga lumayan.
Harga sekitar Rp60.000 dan ini porsinya GEDE BANGET kita pada ngga abis
itu punyaku. Aku nyisain segitu dan membuat yang nraktir marah-marah.
Aduh.. maaf ya... kenyang bo! Setelah makan yang kita lakukan tentulah
berikut saya akan tampilkan wajah kekenyangan
o iya, Iced Tea nya refill.

Comments

Unknown said…
ah menu ini enak! dulu pernah mencicipi di tempat yang sama (mungkin bangku yang sama)
pertama aga ragu menu ini bakal mengenyangkan (maklum, terbiasa porsi warteg), ternyata perkiraan meleset.
beruntung ada teman yang punya hajat traktiran, jadi bisa kesampean nyicipin menu ini :D

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku