bloooog...kali ini mimpiku tidak bersetting di rumah batujajar (Malang) tapi di cilandak. Ceritanya aku ulang tahun (antara ke-22 atau 23). Aku memang minta "Dirayain ya Ma?" tapi maksudku dirayain kecil-kecilan, undang lima-enam teman saja, beli snacks ngobrol-ngobrol. Pokoknya tiba-tiba ajaa... jeng jeng! Buaaaanyak orang, tapi memang teman-temanku semua. Kusebutkan ya yang aku ingat: Bella, Ce Nina, Pipit, beberapa anak Dempo yang ngga benar-benar pernah berinteraksi sama aku, Irin, Nique, Daru, Anis, Clara, David Tandayu, dan masih banyak lagi. Tapi ada Ustadz-Ustadz juga... suer semua yang dateng di situ setidaknya pernah bertemu dengan aku walau tidak semua pernah berinteraksi. Jadi kemungkinan besar ustadz-ustadz ini juga pernah kutemui. Wah banyak sekali orang ngumpul di situ, sepanjang rumah utama cilandak itu, dari ruang tamu dekat dapur sampai ruang tamu dekat ruang tamu lagi: PENUH. Duduk dempet-dempetan. Bukan kayak pesta ulang tahun, tp kayak pengajian. Si Pipit (Fitriana Salim) ya tetep sombong gitu...ta'panggil nggak nyaut. Padahal itu acara ulang tahunku. But she looked like enjoying herself. Ada fotografer. Dia motretin tamu-tamu. Tapi selama perkumpulan (karena ngga bisa disebut pesta..hehe) berlangsung, sepertinya juga ngga ada adegan aku ngobrol sama orang, yang ada aku menggumam sendiri. pokoknya di akhir acara itu DAKWAH dan aku ngangguk-ngangguk seperti benar-benar setuju dan tersentuh oleh dakwah ustadz itu. Trus habis itu..jeng jeng jeng.. diputarlah video caur. Di video itu ada aku, Daru, dan Nique.
Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...
Comments