aku mimpi marilyn manson. dia tampak keren tapi horror, kayak Mapis. Aku sedang belajar, tapi ga konsen begitu dia masuk tapi masih sok belajar dengan dua perasaan sekaligus: kagum dan pengen cabut (rasanya kayak ngga aman). ada stop kontak panjang yang mbulet banget (saking banyak dan tumpuk-tumpuknya kabel yang nancep di situ). Chargerku salah satu yang kejlimet di situ. Akhirnya aku memilih untuk cabut. Kuperhatikan benar letak charger dan pletok! (eh ngga gitu ya suaranya?) kecabut dengan sempurna tanpa njelimat-njelimet. MM terkesan melihatnya. Dia memuji, aku jawab "iya tadi udah kutelusuri dulu.." dia ketawa dan bilang aku kayak anak kecil banget. "Nyabut yang paling bahaya ya? Yang bisa mencabut nyawa" dia bilang lagi, terdengar lebih serius. Aku sebel kok dia tau aku ketakutan. Aku cabut dengan salam "Assalamualaikum ayat Quran!" (apaaa....coba) Itu terucap begitu saja dan aku kaget sendiri kok aku begitu salam goodbye nya ke Marilyn Manson. Ahahahahaaha dan dia seperti nggak dengar. Dia melukis. Ganti scene... aku di dalam mobil kijang sama ayah dan mama di jalan mobil pegunungan... suasananya seperti di Ngantang. Terjal dan ditemboki tebing tinggi di satu sisi, jurang di sisi lainnya. mobil berhenti. jendela yang tidak ditutup diperlebar lagi bukaannya (diturunkan lagi). Aku bahkan buka pintu dan ngeluarin kaki. Di sisi kiri jalan, tebing itu diterasiring dengan baik sekali. Area itu menjorok ke dalam seperti sebuah area tersendiri. Di situ kulihat seorang pria kira-kira umurnya 50 tahun. Ia kurus tapi tampak kuat, bertelanjang dada, rambutnya hitam gondrong. Dia guru perguruan itu. Tampak murid-muridnya laki-laki usia belasan tahun. Semua bertelanjang dada. Mereka lari menaiki step-step tebing dengan lincah seolah mereka mengusahakan secepat mungkin entah karena apa. Yang jelas si guru sangat dihormati anak-anak ini. Seorang murid baru datang (terlambat). Si guru nyungking bajunya, dan wuzz...! Dia di lempar ke atas. Dari posisiku duduk, si murid udah ngga keliatan lagi (saking tingginya dia di lempar) trus yang jatuh ke bawah adalah buah kelapa matang (kekuningan).
Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...
Comments