Skip to main content

sweet moments (part I)

Hai kawan-kawan sejagad raya, kali ini saya mau menulis hal-hal yang tidak bisa saya lupakan, yaitu momen-momen istimewa dengan kalian semuaaa :) 

1.ngamen dengan Joyce di lampu merah perempatan Dieng, Malang
dalam rangka menghibur Joyce yang ga naik kelas. Kami dandan se-gembel mungkin dan mungutin kerikil di jalan buat ecrek-ecrek. Aku masih inget baju yang aku pakai itu nggilani banget kayak kain gombal. ecrek...ecrek.. kita nyanyi lagunya Reza yang kayak gini nih: "Semalam saja bersamamu mengenang asmara kita.. dan aku pun berharap semoga kita tak berpisah dan kau maafkan kesalahan yang telah kubuuuuaaaat..." dan semua orang yang kita amen-in ketawa seolah mereka ngga percaya kita ini pengamen. Yaa..memang sih kulit kita putih dan matanya Joyce sipit (di Malang kaga ada cina miskin). Terus udah dapet lima mobil lah ya yang kita amenin, ehhh.. ni ibu-ibu tua pengemis ngusir kita "kalo mau ngamen di situ saja! (nunjuk pertigaan) ini tempat saya!" woho.. oke oke buseet dia punya tempat rupanya.. daripada kita dikutuk jadi kodok kan ngga lucu. Pas kita ke pertigaan, abang-abang becak di seberang ngeliatin kita dan ketawa-ketawa. damn... perasaan mereka ngga pernah ngetawain pengamen deh.. taksi lewat, dia buka jendela dan teriak, "nik, taksi ta?" dengan tampang polos... weleh weleh... supir taksi aja manggil kita nonik, pantesan semua orang pada ketawa ya.. penyamaran gagal. tapi menghibur Joyce berhasil :)

2. terima raport mid-semester kelas 1 SMA
Alkisah negri seberang, SMA Dempo adalah salah satu dari 2 SMA terbaik di Jawa Timur dimana kurikulumnya duluan ISO 2000 sementara yang lain masih pake kurikulum 1998, high rate lah murid-muridnya (dan aku tidak termasuk..wehehehehe). SMPku SMP negri yang biasa-biasa aja, plus aku pemalas pula. Lengkap nightmare. Di SMA ini tidak ada katrol-katrolan. Istilah "katrol" berarti "membenahi, to fix something" seperti nilai yang harusnya 4 karena si guru kasihan..dia tulis 5.. nah di SMA Dempo tidak ada begitu-begituan. Ngga naik kelas adalah HAL BIASA di sana. Untuk naik ke kelas 2, jumlah nilai minimal adalah 84. Tentu saja itu hanya "naik" tanpa ranking. Terima raport mid semester, yang guru-guru bilang "rapor bayangan" alias cerminan rapor final nanti, jumlahku adalah 83!! Di bawah standar sementara teman-teman yang jumlah nilainya 90 aja masih pada ngeluh-ngeluh.. damn tegang abis aku, tidak bergerak, dan melotot. Sementara itu si Joyce ini yang duduk di belakangku, nyamperin dan kejet-kejet "Ndaa ayo kapan dugem di Bale Barong?? ayo! ayo! katamu abis UTS! Ini lak wis mari a.. ayo dugem!" "Sini aku liat nilaimu!" Dengan santai Joyce memberikan rapor mid nya dengan jumlah nilai 73. Makwaawwww.... dia malah ngajakin dugem, blog!

3. Dugem untuk Fensisca Claudia Joy Sterifana a.k.a Joyce
ya udah.. daripada bocah Pasuruan ini mati penasaran ato malah pergi dugem dengan orang ga bener (kayak gue bener aja..) akhirnya marilah kita kemon.. walaupun masih cemas tentang jumlah nilai 83 itu, tapi toh dugem semalam tak akan membuat nilai sekolah jadi buruk.. apalagi jadi lebih baik.. (kalo itu sih alhamdulillah). Sebelum dugemgem kita ke warnet dulu karena Joyce pengen lihat temannn chattingku yang namanya Wannes. Dan kami pun webcam-webcam an.. innalillaah... dulu kan rambut dan pipiku enggak banget... ahahahahaha ah ngga pa-pa, tahun segitu rambut belah tengahku itu oke-oke saza.. dan OMFG, saat itu.. si Wannes subhanallah gantengnya.. si anak punk Belanda itu... melehelehee... (ini suara aku meleleh saat menulis ini). Si Joyce pun terkesima sampe malu-malu... dan akhirnya malu-maluin.  Kita pun baby dugem di Bale Barong dan were really crazy.. I mean, we screamed, stood on the chairs, etc. Maklumlah... ABG LABIL. Dan ternyata Joyce can dance! I like it... yang tak bisa kulupakan adalah dia pake CELANA PANJANG MERAH NYALA dooong...blog.... OMFG :D
aku pake celana army 3/4. Aku bahkan masih inget itu hari apa.. hari Rabu, 14 Februari (2004 atau 2003 aku lupa). Rokok kita saat itu L.A yiaaahahahahahaha sudahlah.. aku malu. Pulang-pulang dijemput my sister dan her ex bf dan mereka langsung ngasih kami permen untuk menghilangkan bau rokok. Betapa expert nya mereka..

4. Kenaikan kelas
hokeh... hari kramat datang juga... seisi kelas bahkan yang pinter-pinter pun nervous.. (di SMA ini kita ngambil rapor sendiri tak butuh orang tua. betapa keren!) aku masih ingat wajah-wajah para siswa kelas 1-2 itu. Apalagi wajahku dan Joyce yang nggak banget! Si Joyce sok cool.. aku tidak kalah cool... rapor pun kami terima dan kami ngga berani liat hasilnya. Kami memutuskan pulang ke rumahku (aku lupa kami pulang jalan kaki atau naik mikrolet). Aku pegang rapornya dan dia pegang raporku (tanpa membukanya sama sekali)
Sampe rumah, kami langsung ke lantai dua (kamarku). Joyce duduk di kasur, aku di kursi.. suer aku tegang banget. Setelah menghitung mundur (lebay banget ya?) kami pun.... taraaa!! 
Joyce: "Ndaa!! Selamat nda! Kamu naik kelas! Yeeeayy..! Jumlahmu (.. aku lupa)"
Aku: ----------------------
Joyce: (mulai khawatir) "Jumlahku berapa nda..?"
Aku: (kaku) "83"
Joyce pun bersimbah darah.. eh salah, berlinang air mata..     
 

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)