Skip to main content

merusak pagiku sendiri | kelainan jiwa kali ya

pagi ini aku bangun jam setengah 5 pagi. damn. telat, padahal pasang alarm jam 1 pagi. pasti abis ini bokap nyokap bangun. hal itu sangat benar.. maka saya pun tidak membuka laptop. saya buka kulkas ambil apel. Dalam rangka menguruskan badan, aku mulai makan satu apel setiap pagi sebelum makan APAPUN. Efeknya terasa, aku jadi ngga pengen makan bahkan sampai berjam-jam setelah makan apel. Tapi tetep aja ik suka bandel, walaupun ngga laper, tapi liat nasi gorengnya Ayah yang yummy-mantap, ya aku sikat juga (walaupun tetep jarak dengan makan apel minimal setengah jam). Lalu tidak lama kemudian daddy and mommy sudah CABS. Kira-kira jam 7:30 Hmm..indahnya pagi. Mulailah ik membuka blog berniat menulis (tapi ga nulis-nulis sampe setengah 12 siang). Ik chattingan sama mrbirdman33 and it was seru banget, tumben doi lucu, walaupun lama kelamaan garink-crispy juga. But morning was still good... untill I iseng buka facebook murid ik yang kelas 1 SMP (dan selalu ik kira 3 SMP) itu. Dan ik iseng buka fb teman-temannya (ini adalah alasan kenapa aku sempat deactivate FB. Karena aku suka liat foto-foto dan status orang-orang, bahkan yang aku ngga kenal). Dan Bray,,, MEREKA MENJIJIKKAN. Hampir semuanya. Status-status dan wall-wallan nya bray,,, OUCH. ouch. really, ouch! Yang lucu (tadinya lucu) adalah muridku ini join grup "Anti Fernando anak VII-7" Gyahahahahaha ada yaa group begitu, sungguh menarik.
Ik pun iseng mau liat isi grup itu. Yang nge wall cuma si Nando: "Gue sumpahin yang bikin grup ini sakit, lumpuh, pincang,..." (aku lupa terusannya) dan si murid gue ini comment di post-nya Nando si korban, commentnya demikian: "Sabar yah Nando..." (tapi doi juga join grup itu WAKAKAKAKAKKA what the hell!)

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku