Skip to main content

sengsara dan sentosa itu beda tipis

aku mau cari kerja lagi
tai PUSTEKKOM parah banget ga bertanggung jawab. ah cukup sudah ku mengutuki kantor pendidikan itu.
sekarang aku lagi browse lowongan kerja di Internet. ASAP aku akan mengetik CV. Sepertinya akan ku taruh di:
+ Oh La La Cikini
+ Daily Bread PIM
Pengen nya sih yang deket kampus aja.... oh
+ Tator Cafe Menteng Huis
masih butuh orang ga ya Tator Cafe? secara pengunjungnya sedikit... pokoknya aku butuh fee minimal 400.000 per bulan nya. Aku udah ga enak dan ga nyaman -- suer aku ngerasa ngga nyaman -- minta duit ke ortu. Kata kakak sih seumur aku masih ga pa pa dibayarin. Mungkin karena aku udah pernah kerja kali ya,, ada kebanggan sendiri beli apapun atau spending money dengan uang sendiri.

Tahun 2009 ini resolusiku adalah "I CHOOSE TO BE HAPPY"
+ menurunkan berat badan hingga 50 kg
+ nilai kuliah aman
+ do the dance, maksudku bikin grup dance untuk menghasilkan uang. Pas itu sih kata Daru, Prima ngajakin. Huff... aku sekarang lagi deg-deg an banget TEORI FILM paper harus ngumpul sabtu ini.. dan aku baru nulis Plot Segmentation. Sekarang udah jam setengah 8 malem dan aku belum menentukan pilihan mau tidur di kos atau pulang ke Bintaro. Mau tidur di kos tapi aku lagi bawa handphone nya Mama yang Hi-Tech. Udah lowbat pula gara-gara dibuat Gempar nonton TV. Gempar barusan aja amazed dan nyuruh aku liat langit karena ada cahaya berbentuk putih bulet goyang-goyang, dia kira "awan putih terdorong angin" padahal itu kan cuma lampu. hihh...dasar bayi pekok tapi lucu pengen ta'ubek-ubek udelnya itu.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku