Skip to main content

Kuroi Musume - Da story

Hi Yo....
Puisi2 yang pas itu jadi nilai ulangan kali ini dipamerkan di sepanjang koridor lantai 1 di SMAK St.Albertus Malang...silahkan dateng n ngliat (ya emang mau ngliat, masa mau nggigit?) Puisi ini akhirnya "jadi" juga berkat kerja keras Reymart, Davis, Ega, Feri, Albert, Fenny, saya, Cintut, Sinyo, Yossy, Keju Parmesan, Simon, dll) Thanx bwat Ega n Sinyo yang udah menemani saya "bakar-bakar" hehehe... awalnya kan alasan saya "hanya mau membantu" tapi lama2 ketauan juga...sorry, mupeng sih, abis dari tadi Sinyo gangguin terus. Thanx juga buat Cintut yang udah ngajakin saya ngobrol so I felt better. Thanx buat Ega yang udah membuat saya nggak canggung menikmati menu buka puasa dari Reymart san, gak kayak Sinyo n Albert yang teriak2! Hih! Thanx buat all of u yang udah nongkrong bareng di kelas sebelum kita kekancingan di Dempo. Hehehehe..... Hari itu menyenangkan, tidak seperti hari ini. Hari ini saya menjadi "korban" YD. Puisi yang dipajang di YD adalah puisi yang saya kirim 2 taun lalu alias pas aku masih kelas 1 sma. Puisi itu bikinnya pas kelas 3 smp. Tentu saja saya sudah punya aliran dan skill yang beda. Saya jadi malu puisi itu dipajang di YD. Bukan kenapa-kenapa, tapi KENAPA GAK MAJANG PUISI YANG BARU TA'KIRIM ATO ARTIKEL BAHASA INGGRISKU AJA? Itu kan lebih bagus! Hari ini pagi2 saya nerobos ato nabrak si Fuckin'Narrowminded. Makanya jangan berdiri nyumpek2in di pintu donk... (tau lagu ini nggak, "Move bitch! Get out da way!" ) Tp akhirnya pulang skul saya nangis juga karena saya berpikir kamu sudah mulai cerita yang baru sedangkan aku... "masih merayapku pelan...pelan... Mengucur darahku tinggalkan segala" (dari puisi "Bila Senja Tlah Usai" karya...saya sendiri hehehehe) tapi semoga aja nggak. Semoga sebentar lagi aku bakal ninggalin semua kesedihanku tentang you! Yea, you, fuckin' narrowminded loserrrrrrr!!!!! Saya itu percaya lho kalo pakcik Rigky bilang saya terlalu bagus buat anda, cuma ya iniiii... orang2 seumur saya ini kalo mikir masih pake' amigdala, belum pake' cortex jadi ya saya kadang masih nangis2 bombay gitu deeeh...... aah, I get sick of u, soon I'll leave dis shits!

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku